Translate

Hati-Hati Upload Foto di Twitter

Posted by Christian Lawendatu Wednesday, July 2, 2014 0 komentar

Anda pengguna Twitter? Mungkin Anda pernah mencicipi praktisnya memotrek gambar di ponsel, meng-upload-nya ke TwitPic, lalu membagikannya dengan teman-teman via Twitter hanya dalam waktu beberapa detik saja.

Hati-Hati Upload Foto di Twitter

Mudah? Pastinya. Tapi tahukah Anda, ketika Anda memposting gambar tersebut, sekitar 75 juta pengguna Twitter akan tahu dengan persis lokasi Anda berada. Foto-foto digital semacam ini secara otomatis akan menyimpan banyak informasi yang di kenal dengan sebutan EXIF yang diproduksi oleh kamera. Sebagian besar data tersebut memang tidak berbahaya, tapi 3% dari semua foto yang diposting di Twitter mengandung data lokasi, dan angka ini terus bertambah. Singkatnya, siapapun di internet yang dapat membaca data tersebut akan tahu di mana si fotografer sedang berdiri. Kalau sudah bergini, privacy Anda terancam dilanggar.

EXIT dan Geotagging

Apa sih data EXIT itu? Dibuat oleh Japan Electronic Industries Development Association (JEIDA), spesifikasi format EXIT (Exchangeable Image File Format) berperan menambah metadata ke file-file gambar seperti JPG dan TIFF. Jadi selain gambar thumbnail dari sang foto, data EXIT juga menyimpan detail perihal aperture, kecepatan shutter, focal length, metering mode, dan setting ISO, beberapa diantaranya membantu kinerja printer ketika memproses warna gambar yang akan dicetak. Selain itu tersedia juga informasi lain seperti manufaktur kamera, model, nomor registrasi, dan dalam beberapa kasus, data lokasi.

Geotagging adalah proses penyimpanan data lintang dan garis bujur di dalam data EXIT suatu gambar. Informasi ini menyandingkan gambar tersebut dengan lokasi geografis spesifik  dari orang yang memotret, yang kemudian bisa dipetakan oleh layanan pemetaan semacam Google Earth.  Bila menggunakan kamera digital keluaran lama , menambah lokasi ke gambar yang dijepret membutuhkan proses yang lumayan ribet, via kabel, Anda harus menghubungkan si kamera dengan GPS receiver seperti perangkat navigasi di ponsel. Tapi kini banyak kamera digital anyar dan ponsel berkamera yang dilengkapi dengan GPS receiver built-in. Fitur geotagging di perangkat-perangkat tersebut sifatnya terintegrasi dan terkoneksi dengan gampangnya, sehingga file-file EXIT yang Anda hasilkan secara otomatis akan menyimpan data lintang, garis bujur, waktu, sampai ketinggian. Dengan semakin banyaknya orang menggunakan smartphone, semakin meningkat pula jumlah gambar-gambar geotagged yang di posting di web.

ICanStalkU dan PleaseRobMe

Untuk menekankan pentingnya isu privasi yang terkait dengan geotagging, Jackson dan Larry Pesce mengadopsi username Twitter “ICanStalkU” untuk merespon twitter-twitter yang memposting gambar-gambar ber-geotagged. Akun ini sempat di tutup oleh pihak Twitter, tapi kemudian dibiarkan aktif kembali setelah Jeckson berargumentasi tentang pentingnya mengedukasi pengguna. Tidak hanya itu, Jackson juga membuat website bernama ICanStalkU.com untuk semakin menyebar maksudnya.
Hati-hati upload foto di twitter

Situs menarik lainnya adalah PleaseRobMe.com (sudah di tutup) yang memanfaatkan data dari Foursquare dan Twitter untuk mengungkap betapa banyaknya data pribadi yang diposting orang via online. Orang-orang di balik proyek ini, Frank Groeneveld, Barry Borsboom, dan Boy van Amstel, mengaku sedang meninjau masukan yang telah di terima sebelum meneruskan aksinya.

Hanya Butuh Satu Foto

Dalam konfrensi sekuriti Next HOPE di New York belum lama ini, analis dari Mayhemic Labs, Ben Jackson, memaparkan bagaimana ia bisa menemukan data pribadi seorang pria hanya berdasarkan fotonya.

Menggunakan data geotagging yang terkandung didalamnya, Jackson kemudian mencari lokasi rumah pria tersebut di Google Earth. Ia pun menemukan sebuah rumah di mana foto tersebut di ambil, yang membawanya ke sebuah akun facebook yang berisi informasi tanggal lahir, status pernikahan, dan teman-teman sang pemilik akun. Username kedua yang tertulis di halaman Facebook lalu membawanya kea kun Twitter kedua, dan begitu seterusnya.

Kesimpulannya, akibat gambar ber-geotagged yang Anda posting, satu foto saja banyak menyingkap banyak sekali data pribadi Anda tanpa Anda sadari dan inginkan. Memang ada saja orang yang tidak keberatan membagi data lokasi real-timenya kepada orang-orang yang sama sekali asing. Tapi tidak sedikit  yang merasa terganggu bila ada orang yang tak di kenal yang mengetahui di mana keberadaannya dan kapan pun itu. Untungnya, smartphone dan kamera digital dilengkapi pula dengan opsi untuk menonaktifkan fitur geotagging foto.

Di ponsel BlackBerry misalnya, Anda dapat mematikan fitur di dalam kamera dengan mudahnya. Tekan tombol Menu, pilih Disable GPS, lalu klik Yes untuk mengkonfirmasi perubahan. Di iPhone, Anda bisa memblokir geotagging dengan menonaktifkan semua app geolokasi seperti Foursquare. Masuk ke settingGeneral, lalu ubah Location Service settings menjadi Off.

Sumber:
PCplus Roks! Edisi 28 September-11 Oktober 2010.
Anda dapat menggunakan situs lain bila IcanStalkU dab PleaseRobMe di tutup!
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Hati-Hati Upload Foto di Twitter
Ditulis oleh Christian Lawendatu
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://westjava27.blogspot.com/2014/07/hati-hati-upload-foto-di-twitter.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Post a Comment



Google+ Followers

Sponsor Toko Online Westjava27 | Copyright of westjava27 .

Labels

Postingan Terbaru westjava27