Translate

Showing posts with label Capres 2014. Show all posts
Showing posts with label Capres 2014. Show all posts

Modal KTP Miskin Dilarang Sakit

Posted by Unknown Friday, May 23, 2014 0 komentar
"Di sini terbaring mbo Cip yang mati di rumah karena ke rumah sakit tak ada biaya...Di sini kubaca kembali: sejarah kita belum berubah!"*
hak jaminan kesehatan nasional

Sebutkan nama jaminan pelayanan kesehatan yang pernah ada di negeri ini? Waduh, apa ya, ok, secara acak yang saya ingat, ada GAKIN, Kartu Sehat, Jamkesda, Jamkesnas, Jamsostek, Askes, dan yang terbaru adalah JKN BPJS atau Jaminan Kesehatan Nasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. 

Terjaminkah kesehatan rakyat? Mungkin! 

Jadi begini, ada sepenggal kisah seperti ini:

Saya pernah mengantar teman saya yang istrinya sakit dan teman saya itu tidak 'cakap ekonomi', ya...namanya juga sakit, 'main bawa aja' ke Puskesmas. Ternyata, penyakitnya tidak bisa ditangani pihak Puskesmas, dirujuklah ke rumah sakit yang lebih besar dari puskesmas.

"Ini pasien umum atau ada jaminan kesehatannya?, Coba keluarganya daftar dulu di loket depan..."

Jadi pasien umum dulu, kita cepat-cepat ke rumah, temuin RT sampai kelurahan, minta surat keterangan tidak mampu. Dengan simpati dan dukungan warga akhirnya dapat juga surat itu. 

Sampai lagi kita bertemu di rumah sakit yang lebih besar dari Puskesmas. "Pak...penyakit istri Bapak, tidak dapat ditangani di sini, karena peralatan kami kurang memadai, jadi ini surat rujukan untuk ke rumah sakit pusat"

Terus-terang ya...bayar pendaftaran sebesar 22 ribu (lupa) saja, sudah kalang kabut, apa lagi ongkos ke rumah sakit yang lebih besar dari Puskesmas dan lebih besar lagi.

Perjuangan tak boleh berhenti, demi orang yang kita cintai! Akhirnya sampai juga ke rumah sakit yang lebih besar dari Puskesmas lebih besar lagi.

Keadaan memaksa untuk merubah diri menjadi mahasiswa sidang skripsi, mondar-mandir foto kopi data rangkap-rangkap, setiap ruangan, kasih satu rangkap, ambil obat kasih satu rangkap. 

Skripsinya sudah lengkap, di acc sampai bab lima, tinggal tunggu sidang kelulusan. 

"Lulus?", 

"Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu proses pengobatan istri saya".

Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit lebih besar dari puskesmas lebih besar lagi, istrinya meninggal dunia. Medis yang gagal, terlambatnya pengobatan, atau Tuhan yang sayang kepada umat-Nya yang miskin, sehingga Dia 'mengambilnya' untuk di rawat di Firdaus.

Pemimpin harus memberikan Hak Pelayanan Kesehatan kepada rakyatnya

Untuk pengurusan JKN BPJS, rakyat dihadapkan dengan kurangnya sosialisasi di lapangan, sistem antrian rujukan dan administrasi yang sangat melelahkan, rendahnya kualitas pelayanan, dan lain sebagainya. Baca juga ulasan Kompas com:

Pemerintahan yang baru di tuntut untuk memberikan Hak rakyat atas kesehatan sesuai dengan UUD 1945.  Jaminan kesehatan itu adalah hak rakyat, jaminan kesehatan itu tidak ada istilah 'Subsidi' atau bantuan, karena memperoleh kesehatan itu adalah hak dan pemerintah wajib untuk memberikannya.

Mengapa harus berbelit-belit?

Bagi rakyat tidak mampu, mengapa pemerintah harus memberikan prosedur syarat mendapatkan jaminan kesehatan yang berbelit-belit dan melelahkan. Cukup dengan memperlihatkan KTP, dan biarkan rumah sakit yang bersangkutan yang mengelola data pasien sesuai KTP pasien.

"Ya tidak semudah itu, masa berobat hanya membawa KTP, sekali pun itu rakyat tak mampu"  

Siapa pun Presiden dan Wakil Presiden terpilih, apakah pasangan Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta dan kabinetnya, juga orang-orang yang duduk di kursi rakyat di DPR, apakah Saudara-Saudara bila kelak menjadi pemimpin bangsa ini, berani menjawab tantangan untuk memberikan secara utuh Hak Rakyat atas pelayanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP?

Atau sejarah akan kembali menuliskan, "Yang Miskin Dilarang Sakit, apalagi hanya bermodalkan KTP"

Sumber:
* Puisi Wiji Thukul: Kuburan Purwoloyo

Baca Selengkapnya ....

Setetes Madu Capres Pilihan Rakyat

Posted by Unknown Wednesday, May 21, 2014 0 komentar
"Dengan keteguhan hati dan kebenaran yang sesuai dengan titah Tuhan, marilah kita berusaha untuk menyelesaikan tugas kita, yaitu menyembuhkan luka-luka bangsa
Abraham Lincoln

Capres 2014 Siapa memilih siapa

Siapakah calon presiden pilihan rakyat? Apakah Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta? Rakyat akan menentukan nasibnya sendiri, siapa pemimpin mereka ke depan. 

Yang perlu dicermati oleh Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta, apakah pemimpin yang akan di pilih rakyat, adalah pemimpin yang sanggup 'mengobati dan menyembuhkan luka-luka' yang di derita rakyatnya, akibat ulah 'negatif' yang dilakukan  banyak pemimpin di negara ini, rakyat menderita dengan beragam 'sakit' yang tidak ada 'obat'nya. 
Janji-janji manis yang dituangkan dalam Visi-Misi para kandidat capres, sangat jauh untuk dapat dipahami terutama oleh golongan rakyat kecil dan sederhana.

Apakah bila terpilih, Presiden dan Wakilnya dapat menyembuhkan luka-luka rakyak? Abraham Lincoln lebih dari seratus tahun lalu pernah mengatakan "setetes madu bisa menangkap lebih banyak lalat daripada segalon empedu". 

Janji-janji manis yang dituangkan ke dalam Visi-Misi oleh para calon presiden dan wakil presiden dengan dukungan koalisinya, itu ibarat 'segalon empedu' bagi rakyat! Pada akhinya, presiden dan wakil presiden terpilih hanya akan bekerja untuk partainya, hanya untuk memikirkan cara pembagian 'kekuasaan' yang saling menguntungkan antar koalisi parpol, hanya untuk mencari ketentraman, keamanan dan masa depan dirinya, partainya, dan golongan-golongan tertentu saja.

Berpikir dan berjiwa besar dari para pemimpin bangsa merupakan setetes madu bagi rakyat. Apa itu?
  • Pemimpin itu harus mampu memiliki jiwa yang adil untuk setiap keputusan yang diambilnya.
  • Pemimpin itu harus mampu memberikan rasa tenang kepada rakyat.
  • Pemimpin itu harus mampu mengatasi dirinya dan orang-orang dibawah pimpinannya dari 'kerakusan duniawi' yang mengakibatkan rakyat semakin sengsara.
  • Pemimpin itu harus dapat mengayomi rakyatnya, dapat meminimalisir gesekan negatif dari setiap perbedaan yang ada di tengah-tengah rakyatnya.
  • Pemimpin itu harus dapat mengusahakan kesejahteraan, menjamin sandang, pangan dan papan bagi rakyatnya.
  • Pemimpin itu harus dapat membuat rakyatnya pintar dan cerdas.
  • Pemimpin itu harus sanggup menjaga alam, dari kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh kerakusan dan kediktaktoran.
  • Pemimpin itu harus berani mempertahankan sawah, ladang, dan kebun, agar tersedia makanan yang cukup untuk rakyatnya.
Itulah sebagian besar luka-luka bangsa yang harus disembuhkan oleh pemimpin terpilih bangsa ini. Sanggupkah Jokowi-JK atau Prabowo-Hataa menyembuhkan luka-luka bangsa ini?

Sumber:
Gambar: detik com

Baca Selengkapnya ....
Sponsor Toko Online Westjava27 | Copyright of westjava27 .

Labels