Translate

Showing posts with label Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Nusantara. Show all posts

Manisnya Negeriku antar Pujiono menjadi Idola Indonesia

Posted by Unknown Thursday, March 13, 2014 0 komentar
"Siapa yang menyangka bahwa salah satu peserta Indonesian Idol 2014 audisi Jakarta bernama Pujiono, pria asal Cilacap ini menarik perhatiaan banyak mata di Indonesia. Melalui lagu yang dibawakannya saat audisi, mengantarkan dirinya menjadi Idola Indonesia yang sebenarnya."
)
Lirik lagu Manisnya Negeriku sangat sarat dengan makna nasionalisme yang tinggi, sarat dengan ke-Bhinekal Tunggal Ika. Lagu ini sebagai perenungan untuk kita semua anak bangsa, dimana sebagian dari kita masih sangat bangga dengan negeri, budaya, bahasa asing. 

Memang manis manis gula gula
begitu juga negeri kita tercinta
banyak suku suku dan budaya
ada Jawa Sumatera sampai Papua
semuanya ada di sini
hidup rukun damai berseri seri
ragam umat umat agamanya
ada Islam ada Kristen Hindu Buddha
semuanya ada di sini
bersatu di Bhinneka Tunggal Ika
Indonesia negara kita tercinta
kita semua wajib menjaganya
jangan sampai kita terpecah belah
oleh pihak lainnya
Pancasila dasar negara kita
dengan UUD empat limanya
jangan sampai kita diadu domba
oleh bangsa lainnya
Sampai hari ini telah mencapai 2.321.957 yang menonton video ini melalui You Tube. Lagu ini mengajarkan kepada kita semua hal-hal dasar sebagai anak bangsa.  

Baca Selengkapnya ....

Negara Ini Tutup Sementara

Posted by Unknown Monday, June 17, 2013 0 komentar

Negara Ini Tutup Sementara

Negara ini perlu perubahan
Dasar Hukum : Firman Allah
Nama Pemilik : Allah
Nomor: 999
Jenis Bangunan : Negara Kesatuan Republik Indonesia
Luas Bangunan : 1.904.567 km persegi
Negara ini diperintahkan untuk segera melakukan renovasi terhadap Sikap Korup, Renovasi Rakyat Miskin, Renovasi Pendidikan, Renovasi SARA, Renovasi Kerusakan Alam, Renovasi Keadilan Hukum, Renovasi Kesehatan, Renovasi SDM, Renovasi Cinta Tanah Air, dan hal-hal lain yang sesuai dengan firman-Ku.

Baca Selengkapnya ....

Ibarat Bunuh Diri, Manusia Itu Sendiri Menciptakan Kiamat

Posted by Unknown Thursday, December 20, 2012 0 komentar
westjava27.blogspot.com
"Andai Kiamat Itu Terjadi Esok, Hari Ini Adalah Hari Terakhir.
Kiamat Di Depan Mata?" 


Sinar matahari yang menyinari kota Bandung di pagi hari ini, seakan-akan menepis anggapan dari berbagai isu yang ada mengenai berakhirnya dunia ini. Ya esok Jumat, 21 Desember 2012 M, ada orang-orang yang meyakini bahwa dunia ini akan "berakhir". Segala persiapan telah dilakukan oleh yang meyakininya dengan membangung tempat-tempat yang aman dari "kiamat", bahkan ada yang membangun kapal yang menyerupai "Bahtera Nuh". 
Selain isu "kiamat", pada hari dan tanggal yang sama, ada isu yang beredar bahwa akan terjadi gelap gulita selama bebehari, dimulai dari tanggal 21-24 Desember 2012 dan akan terang kembali pada 25 Desember 2012 dengan segala sesuatunya "Baru".


"The Dawn Of the New Age" atau terciptanya zaman baru akibat adanya getaran yang sangat dasyat, selama masa ini alam akan mengalami:
1. Pada hari ke-1 dan ke-2, bumi akan menjadi gelap gulita karena matahari tidak bersinar.
2. Pada hari ke-3 dan ke-3, saat fajar akan nampak cahaya temaram, bintang-bintang akan terlihat di langit.
3. Pada hari ke-5 dan ke-6, hari-hari ini akan dilanda oleh terang-benderang yang berlangsung 24 jam setiap harinya, diyakini bahwa saat itu mahluk hidup seperti mendapat energi baru, memiliki kemampuan supranatural, dan dumulailah zaman baru.
Akankah dunia berakhir? Andaikan ternyata benar, mungkin "sudah selayaknya umat manusia menanggung dan menerimanya". Andaikan ternyata salah, "selayaknya juga umat manusia untuk mengambil hikmat dan pelajaran-pelajaran penting tentang kehidupan".

Mengutip Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3)* atau lebih terkenal dengan "Ramalan Jayabaya" yang menuliskan tentang kehidupan zaman ini:
Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi Milu edan nora tahan
Yen tan milu anglakoni
Boya kaduman melik Kaliren wekasanipun
Ndilalah karsa Allah
Begja-begjane kang lali Luwih begja kang eling lawan waspada
Terjemahan:
Hidup di dalam zaman edan, memang repot.
Akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak
mengikuti geraknya zaman
tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita
kelaparan.
Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga
walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih
lebih
bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada. 

Dari berbagai isu-isu yang ada, terlepas dari masalah "kiamat", Tuhan menciptakan Alam dan berbagai mahluk hidup, termasuk manusia. Bumi yang diciptakan untuk tempat tinggal berbagai kehidupan, pengelolaan dan kekuasaannya diberikan kepada manusia. Dimana manusia selain menguasai bumi, juga dapat mengambil berbagai macam hasil bumi, manusia dituntut untuk bertanggung jawab baik kepada setiap mahluk hidup yang ada, juga menjaga alam ini menjadi tempat yang aman dan nyaman. 
Tetapi, kerakusan, ketamakkan, dan keegoisan manusia, mengakibatkan berbagai kerusakan alam, hewan dan tumbuhan seakan tidak memiliki tempat lagi dimuka bumi. "Jiwa kerdil" yang tanpa "hati nurani" membuat manusia hanya memikirkan kepentingannya sendiri, alam rusak akibat hilir-mudiknya senjata-senjata dan rudal-rudal, hilir mudiknya para kongsi-kongsi orang berduit, dan memegang jabatan untuk menyetujui perusakan alam, hilir mudiknya para kaum yang mengaku "kaum yang mengenal kepercayaan" yang hanya memikirkan kaum dan etniknya saja, yang hanya memikirkan "Bagaimana dirinya saja yang selamat dan sejahtera".
Ibarat bunuh diri yang menyalahi takdir Ilahi, manusia itu sendiri yang mau mendahului ketentuan Ilahi, dengan menciptakan dan menghadirkan kiamat. Satu hal yang pasti tidak seorang pun akan mengetahui hari esok, namun saling mengigatkan dan berupaya untuk melakukan yang terbaik bagi kehidupan, Tuhan ada di sini...berusahalah agar Dia tersenyum....

*Ramalan Jayabaya disepakati oleh para sarjana, bahwa sumber ramalan inihanyalah satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) tahun Saka 1540/ 1028 H/ 1618 M/silisih 5 tahun dengan selesainya Kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosari yang ditulis di pulau Dewata Bali 1535Saka/1613 M. Dapat disimpulkan penulisan sumber ini sejak zamannya Sultan Agung dari Mataram yang bertahta antara tahun 1613 M-1645. 

Diambil dari berbagai sumber di internet

Baca Selengkapnya ....

Ini Dia Nama-Nama Pejabat Publik Yang Tersandung Masalah Wanita

Posted by Unknown Monday, December 10, 2012 0 komentar
westjava27.blogspot.com


Wanita oh…wanita…
HARTA, TAHTA, WANITA, inilah ke-3 hal yang membuat kaum pria sering jatuh di dalam “pelukannya". Tidak perduli apa kaum pria itu memiliki jabatan, harta atau pun tanpa jabatan dan harga. Seringkali masalah klasik terjadi pada kaum pria akibat ke-3 hal diatas. Menyoroti para kaum pria “intelek” yang memiliki harta jabatan, terakhir kita diramaikan oleh kasus Bupati Garut Aceng Fikri. Kasus yang menimpa Bupati Garut ini “meledak” ke public, ketika sang Bupati menceraikan istri yang baru dinikahi selama empat hari berinisial FO dengan alas an bahwa FO “Sudah Tidak Perawan Lagi”.
Namun entah mengapa, kejadian demi kejadian tak membuat pejabat publik mawas diri. Berikut nama-nama yang tersandung masalah perempuan yang terangkum dari berbagai pemberitaan media:
Selain Aceng Fikri, sebelumnya ada beberapa nama pejabat lain yang tersandung kasus “ Isu Perempuan”, berikut nama pejabat-pejabat itu:
1.  freddy Numberi
Gubernur  Irian Jaya ke 11 era Presiden J.B. Habibie dan Presiden Abdurrahman Wahid/Gus Dur,  Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan  Reformasi Birokrasi RI Jilid 1, juga  Menteri  Kelautan dan Perikanan RI Jilid 2 era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kasus:  Dilaporkan oleh istrinya dengan dugaan “telah berselingkuh dengan seorang reporter televisi BRD/RR” dan KDRT “menampar istrinya saat memaksa menemaninya berkunjung ke Belanda.

2. Suharso Monoarfa
Menteri Perumahan Rakyat jilid 2 (2009-2011) era presiden Bambang Yudhoyono
Anggota DPR (2009)
Anggota DPR (2004)
Komisaris Utama PT Argo Utama Global (1999)
Direktur PT Bukaka Telekomindo Int (1997)
Komisaris PT Batavindo Kridanuisa (1996)
Direktur Nusa Konsultan (1988)
General Manager PT First Nabel Supply (1981)
Direktur Penerbitan IQRO Bandung (1979)
Oktober 2011, Suharso Monoarfa mengundurkan diri dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dan langsung disetujui Presiden SBY. Alasan pengunduran diri adalah masalah pribadi. Diduga kuat, sikap tersebut terkait dengan tuduhan perselingkuhan. Sebab, sang istri, Carolina menggugat cerai Suharso atas tuduhan berselingkuh dengan wanita lain berinisial NE. Belakangan diketahui Suharso menikah lagi dengan wanita bernama Nurhayati Effendi.

3. Darwin Zahedy Saleh
Menteri ESDM diguncang isu tak sedap pada 2010. Ia dikabarkan punya hubungan istimewa dengan sekretaris pribadinya berinisial D. Akan tetapi, Darwin Zahedy Saleh membantah keras kabar tersebut.


4. (Alm) Sudomo
Kepala Staf TNI AL (1969-1973)
Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) (1978-1983).
Anggota MPR RI
Menteri Tenaga Kerja (1983-1988)
Menko Polkam (1988-1993)
Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) (1993-1998).
Wakil Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (WaPangkopkamtib) (1973-1978).
Mantan Pangkopkamtib, Laksamana TNI (Purn) Sudomo pernah diguncang isu kedekatannya dengan seorang artis, Fransisca Diah Widowati (Sisca).  Kisah cinta mereka menjadi perhatian publik di era 90-an. Selain karena Sisca seorang model, usia mereka terpaut jauh. Usia Sisca separuh lebih muda dibanding Sudomo.  Pasangan ini sempat menikah, namun bercerai karena tak punya anak.

5. (Alm) Moerdiono
Mensesneg era Soeharto, Moerdiono, terbilang rumit untuk urusan kehidupan pribadi. Menjelang akhir hayatnya, dua wanita mengklaim sebagai orang yang berhak atas cinta Moerdiono. Kedua wanita adalah publik figur, yakni Poppy Dharsono dan Machica Moechtar. Untuk mengukuhkan dirinya sebagai pendamping Moerdiono, Poppy sampai membuat buku “Pak Moer-Poppy: The Untold Story”. Buku inilah yang membuat Machica meradang.

6. Yahya Zaini
Pada 2006, Yahya Zaini mundur dari keanggotaan DPR. Padahal masa jabatan seharusnya berakhir pada 2009. Penyebabnya, video mesumnya dengan penyanyi Maria Eva beredar di internet.
Sumber: http://id.berita.yahoo.com/pejabat-publik-yang-tersandung-isu-perempuan-130939359.html; wikipedia.org 

Baca Selengkapnya ....

Pesona Gunung Gede

Posted by Unknown Thursday, July 5, 2012 0 komentar
westjava27.blogspot.com
“Janganlah meninggalkan apa pun kecuali jejak,
Jangan mengambil apa pun kecuali gambar, dan 
jangan membunuh apa pun kecuali waktu”

Tanjakan "setan"

Mimpi di Punjak gunung, "jangan meninggalkan apa pun kecuali jejak"
Rasa lelah menyusuri jalan terjal di tengah hutan dengan iringan rintik hujan dan udara dingin yang menusuk, seakan langsung terbayar oleh pesona alam puncak Gunung Gede yang memanjakan panca indra. Eksotika gunung dengan ketinggian 2.958 mdpl (meter di atas permukaan laut) sulit untuk diungkapkan dan senantiasa menjadi cerita indah yang mengisi kisah para petualang.
"Untuk mencapai lokasi Taman Nasional Gede Pangrango bisa ditempuh melalui rute Jakarta-Bogor-Cibodas dengan waktu sekitar 2,5 jam (± 100 km) menggunakan mobil, atau Bandung-Cipanas-Cibodas dengan waktu 2 jam (± 89 km), dan Bogor-Salabintana dengan waktu 2 jam (52 km)". (wikipedia.org)
Keindahan gunung yang kaya akan berbagai jenis flora dan fauna (*berbagai jenis burung 251 jenis dari 450 jenis yang terdapat di Pulau Jawa. Beberapa jenis merupakan jenis burung langka, diantaranya elang Jawa (Spizaetus bartelsi) dan celepuk jawa (Otus angelinae)*wikipedia.org).  ini bisa dirasakan para pendaki sejak awal. Sepanjang perjalanan menuju puncak, pendaki tidak akan bisa melewatkan beberapa lokasi yang menawarkan keunikan dan keindahannya yang asri seperti Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, air panas, Kandang Batu, Kandang Badak, dan Alun-Alun Suryakencana.
  1. "Telaga Biru: Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.
  2. Air Terjun Cibereum: Air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah yang endemik di Jawa Barat.
  3. Air Panas: Terletak sekitar 5,3 km atau 2 jam perjalanan dari Cibodas.
  4. Kandang Batu dan Kandang Badak: Untuk kegiatan berkemah dan pengamatan tumbuhan/satwa. Berada pada ketinggian 2.220 m. dpl dengan jarak 7,8 km atau 3,5 jam perjalanan dari Cibodas.
  5. Puncak dan Kawah Gunung Gede: Panorama berupa pemandangan matahari terbenam/terbit, hamparan kota Cianjur-Sukabumi-Bogor terlihat dengan jelas, atraksi geologi yang menarik dan pengamatan tumbuhan khas sekitar kawah. Di puncak ini terdapat tiga kawah yang masih aktif dalam satu kompleks yaitu kawah Lanang, Ratu dan Wadon. Berada pada ketinggian 2.958 m. dpl dengan jarak 9,7 km atau 5 jam perjalanan dari Cibodas.
  6. Alun-Alun Surya Kencana: Dataran seluas 50 hektar yang ditutupi hamparan bunga edelweiss. Berada pada ketinggian 2.750 m. dpl dengan jarak 11,8 km atau 6 jam perjalanan dari Cibodas". (wikipedia.org)
Telaga Biru, Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas.

Bunga Edelwis, bunga yang abadi, biarkan bunga ini tumbuh agar tetap terjaga keseimbangan ekosistem Gunung Gede, "Jangan memetiknya, jangan mengambilnya, ambil saja gambarnya.
Dirikanlah tenda-tenda untuk beristirahat, jangan kotori alam

manusia membutuhkan makanan, begitu pun alam
Istirahat di perjalanan malam, nikmati kesunyian alam
Gunung Gede yang terakhir meletus pada tahun 1957, memiliki kondisi alam yang unik dan menjadi salah satu laboratorium alam yang menarik minat peneliti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP *TNGGP/Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango ditetapkan oleh UNESCO*wikipedia.org) sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977, dan sebagai Sister Park dengan Taman Negara), yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung yang menjadi salah satu favorit para pendaki ini berada di wilayah tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi di Jawa Barat, Indonesia.
*Tercatat pada tahun 1819, C.G.C. Reinwardt sebagai orang yang pertama yang mendaki Gunung Gede, kemudian disusul oleh F.W. Junghuhn (1839-1861), J.E. Teijsmann (1839), A.R. Wallace (1861), S.H. Koorders (1890), M. Treub (1891), W.M. Docters van Leeuwen (1911); dan C.G.G.J. van Steenis (1920-1952) telah membuat koleksi tumbuhan sebagai dasar penyusunan buku The Mountain Flora of Java yang diterbitkan tahun 1972.*wikipedia.org
Sejarah dan legenda yang merupakan kepercayaan masyarakat setempat yaitu tentang keberadaan Eyang Suryakencana dan Prabu Siliwangi di Gunung Gede. Masyarakat percaya bahwa roh Eyang Suryakencana dan Prabu Siliwangi akan tetap menjaga Gunung Gede agar tidak meletus. Pada saat tertentu, banyak orang yang masuk ke goa-goa sekitar Gunung Gede untuk semedhi / bertapa maupun melakukan upacara religius*wikipedia.org).
Ulah tangan jahil, peliharalah alam agar alam tidak muram dan murka. Alam merupakan "Karya Besar Sang Pencipta"
Cerita pesona keindahan Gunung Gede seakan abadi dari waktu ke waktu, meskipun keindahannya mulai banyak tercoreng tangan-tangan jahil pendaki yang melupakan arti pentingnya kelestarian alam. Gunung Gede merupakan salah satu warisan alam yang patut kita jaga dan lestarikan sampai kapan pun. Seperti petuah para petualang “Janganlah meninggalkan apa pun kecuali jejak. Jangan mengambil apa pun kecuali gambar dan jangan membunuh apa pun kecuali waktu”.
Sumber:
Foto dan Teks Krishna Ahadiyat, H.U. Pikiran Rakyat 2 Juli 2012 Hal.13
Wikipedia.org (situs resmi wikipedia.org mengenai Gunung Gede, mencatat bahwa Gunung Gede berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, dengan rute termudah untuk mencapai Gunung Gede melalui daerah/desa Cibodas)

Baca juga Kisah Inspirasi lainnya: 

MENANTU“BILL GATES”

MENYELAMATKANBULAN

HIDUPADALAH KENYATAAN YANG HARUS DIJALANI

2012

TuhanMinta Pin BB nya Dong Aku Mau Cerita

KURSIGOYANG SANG PENYULAM LOTUS

PesonaGunung Gede

Inspirasidari Muhamad Ali

SEBUAHPELAJARAN DARI PAKIS DAN BAMBU


Baca Selengkapnya ....

Situs Gunung Padang

Posted by Unknown Sunday, June 24, 2012 0 komentar
westjava27.blogspot.com
"Jika terbukti, peradaban Gunung Padang diduga lebih tua dari peradaban Mesir dan Sungai Indus. Hanya sayang, lolos dari catatan sejarah. "Gunung Padang  membuktikan kita juga keturunan dari ras yang sangat luar biasa," kata Danny. Tak cuma itu, area situs Megalitikum yang berada Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini diduga kuat adalah yang terbesar di dunia."  (Dr. Danny Hilman/Ketua Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang/VIVAnews)

Situs Gunung Padang merupakan salah satu situs jaman prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat Indonesia. Letak Situs Gunung Padang berada di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat, Indonesia. Diperkirakan  Luas kompleks "bangunan" kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
Dari berbagai isu yang beredar, Situs Gunung Padang merupakan situs yang memiliki luas 10x lebih luas dari Candi Borobudur yang terletak di Jawa Tengah Indonesia. Usia Situs Gunung Padang bila di hitung dari jaman Megalitikum kurang lebih berusia 2.500 tahun. Namun dari hasil Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, akhirnya melakukan pengeboran situs megalitikum  Gunung Padang. Hasilnya, usia situs Gunung Padang itu sekitar 109 abad alias 10.900 tahun Sebelum Masehi (SM).  


 

Mengenai Situs Gunung Padang, wikipedia menuliskannya seperti dibawah ini:

"Keberadaan situs ini pertama kali dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan") tahun 1914. Sejarawan Belanda, N.J. Krom juga telah menyinggungnya pada tahun 1949. Setelah sempat "terlupakan", pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede. Selanjutnya, bersama-sama dengan Kepala Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, R. Adang Suwanda, ia mengadakan pengecekan. Tindak lanjutnya adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada tahun 1979 terhadap situs ini.
Lokasi situs berbukit-bukit curam dan sulit dijangkau. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jejeran batu andesit besar berbentuk persegi. Situs itu dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam. Tempat ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat. Penduduk menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, Raja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam.
Fungsi situs Gunungpadang diperkirakan adalah tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sana pada sekitar 2000 tahun S.M. Hasil penelitian Rolan Mauludy dan Hokky Situngkir menunjukkan kemungkinan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalit yang ada. Selain Gunungpadang, terdapat beberapa tapak lain di Cianjur yang merupakan peninggalan periode megalitikum.
Naskah Bujangga Manik dari abad ke-16 menyebutkan suatu tempat "kabuyutan" (tempat leluhur yang dihormati oleh orang Sunda) di hulu Ci Sokan, sungai yang diketahui berhulu di sekitar tempat ini. Menurut legenda, Situs Gunungpadang merupakan tempat pertemuan berkala (kemungkinan tahunan) semua ketua adat dari masyarakat Sunda Kuna. Saat ini situs ini juga masih dipakai oleh kelompok penganut agama asli Sunda untuk melakukan pemujaan."
detikNews.com mengemukakan juga " Hasil itu ditemukan setelah Tim Katastropik Purba melakukan pengeboran di sekitar situs. Rencana pengeboran tersebut sebelumnya dipaparkan di depan ratusan pecinta kepurbakalaan di Jakarta, 7 Februari 2012 lalu di depan ilmuwan dari 5 benua serta puluhan anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), demikian disampaikan Tim Katastropik Purba dari Stafsus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana dalam rilisnya. Ada 2 titik pengeboran dalam situs itu. Bor 1 terletak di ujung selatan Teras 2, bor 2 di samping selatan Teras 5 (lihat gambar, red). Hasilnya, pada lubang bor 1, dari permukaan sampai kedalaman kira-kira 3 meter terdapat perlapisan susunan kolom andesit 10-40 cm (yang dibaringkan) diselingi lapisan tanah. Sewaktu menembus 3 m Tim Katastropik Purba mendapat surprise karena tiba-tiba drilling loss circulation dan bor terjepit.Yang dijumpai adalah lapisan pasir-kerakal Sungai (epiklastik) yang berbutir very well rounded setebal sekitar 1 meter. Rupanya bidang tegas yang terlihat pada Ground Penetrating Radar (GPR) itu di kedalaman 3-5 meter di semua Teras adalah batas dengan permukaan hamparan pasir ini. Menurut salah satu anggota Tim Katastropik Purba, Dr Pon Purajatnika yang ahli arsitek, boleh jadi hamparan pasir ini dimaksudkan sebagai peredam guncangan gempa.

Bagian di bawah kedalaman 4 meter yang ditembus bor ditemukan berupa selang seling antara lapisan kolom andesit yang ditata dan lapisan tanah-lanau. Lapisan kolom andesit yang ditata itu sebagian ditata horizontal dan sebagian lagi miring. Hal tersebut sesuai dengan survei GPR yang memperlihatkan bahwa perlapisan ada yang horizontal dan ada yang miring.Baru pada kedalaman sekitar 19 meter bor menembus tubuh andesit yang kelihatannya massif tapi penuh dengan fractures sampai kedalaman sekitar 25 meter, sesuai dengan penampang geolistrik bahwa kelihatannya bor sudah menembus lapisan merah yang terpancung itu.

"Banyak ditemukan serpihan karbon, di antaranya ditemukan di kedalaman sekitar 18 meter yang lebih menguatkan bahwa lapisan batuan dan tanah yang ditembus bukan endapan gunung api alamiah tapi struktur bangunan," ujar anggota Tim Katastropik Purba Dr Boediarto Ontowirjo yang juga periset di Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini. Hasil bor 2, yang dilakukan persis di sebelah selatan Teras 5 menembus tanah, yang seperti tanah urukan sampai kedalaman sekitar 7 meter. Kemudian ketemu batuan andesit keras. Di kedalaman 8 meter terjadi hal mengejutkan.Total loss, 40% air di drum langsung tersedot habis. Hal ini berlangsung sampai kedalaman 10 meter. Kelihatannya bor menembus rongga yang diisi pasir (kering) yang luarbiasa keseragamannya seperti hasil ayakan manusia. Di bawahnya ketemu lagi dua rongga yang juga terisi pasir 'ayakan' itu diselingi oleh 'tembok' andesit yang sepertinya lapuk. Pemboran berhenti di kedalaman 15 meter.Kemudian Tim Katastropik Purba mengambil sampel tanah dari 2 titik pengeboran, masing-masing titik diambil 16 sampel. Sampel ini kemudian diuji menggunakan radioisotop carbon C14 untuk mengetahui usianya (carbon dating).Tim Katastropik untuk menguji umur sisa arang,tumbuhan organik paleosoil dengan carbon dating dengan alat Liquid Scintillation Counting (LSC).

Hasilnya sebagai berikut:
1. Sampel pertama diambil dari Teras 2 (titik bor 1) dengan kedalaman -3.5 meter dari permukaan tanah, hasilnya: 5.500 tahun plus minus 130 Before Present (Sebelum Masehi/SM, red) (pMC= 51,40 +/-0,54)

2. Adapun HASIL TERBARU sampel kedua diambil dari Teras 5 (titik bor 2) dengan kedalaman -8,1 meter sampai -10,1 meter dari permukaan tanah, hasilnya: 11.060 tahun plus minus 140 tahun Before Present (Sebelum Masehi/SM, red) (pMC= 26,24 +/- 0,40)

"Kalau dikonversikan ke umur kalender setara dengan 10 ribu SM," tutur Boediarto.

Catatan:

pMC = percentage Measured Carbon
Persentasi unsur carbon C yang tersisa dari proses peluruhan tanah purba paleo soil. Unsur carbon akan mulai meluruh begitu tumbuhan, hewan mati tertimbun tanah/batu.
Untuk meluruh setengahnya, pMC = 50% diperlukan waktu 5.730 tahun."

VIVAnews.com pun menuliskan "Kisah Warga Yang Menemukan Lorong Di Gunung Padang"
"Adalah Dadi (52), juru kunci Gunung Padang yang menemukan pintu masuk itu, 40 tahun lalu. Kala itu, Dadi yang masih berusia 12 tahun kerap menemani ayahnya mencari sarang madu lebah liar yang ada di daerah tersebut. "Saya pernah masuk ke lorong batu, hampir seperti gua. Saya yang saat itu berusia 12 tahun, bisa masuk," kata Dadi Sabtu 23 Juni 2012. Ia lupa berapa lebar dan tinggi lorong tersebut. Yang jelas, posisinya sejajar dengan teras pertama, sebelah timur. "Saat saya mau masuk lebih jauh, saya keburu dikejar bapak dan ditarik ke luar," kata dia. Oleh warga sekitar, lorong itu dianggap sebagai kawah Gunung Padang. "Bapak saya lalu menceritakan, ada pantangan masuk ke sana. Konon, di dalamnya ada ruangan berisi harta karun yang dijaga ular," kata dia.
Meski kedengaran tak masuk akal, cerita itu kemudian ditelusuri tim ahli. Dengan campur tangan teknologi, tim memindai dari atas altar pertama, dari permukaan maupun tebing. "Dari hasil geolistrik dan georadar 3D ditemukan 2 pintu masuk dalam lorong. Lorong itu sekarang diupayakan dibuka tim," kata ketua tim, Danny Hilman.  Pemindaian yang dilakukan kemarin dan pukul 14.00 tadi, memperkuat indikasi keberadaan lorong tersebut. Setelah para geolog bekerja, kini giliran tim arkeolog. "Kami sedang memastikan titik ini untuk membuktikannya. Tapi ada lapukan batuan sehingga kondisinya labil bisa mengakibatkan langit-langit runtuh," kata Ali Akbar, ketua tim arkeolog.
Pantauan VIVAnews, satu orang arkeolog masih bekerja di lokasi. Memakai pacul, kuas, juga membuat kotak-kotak ekskavasi. Tim juga menebas alang-alang yang tumbuh liar melampaui tinggi orang dewasa. Tim menemukan tangga yang kondisinya rusak. Diduga tangga itu menuju pintu utama bangunan di perut Gunung Padang. Sebab, terdapat mata air seperti sumur yang berada di utara."
Berita lainnya mengenai Situs Gunung Padang (VIVAnews):
Sumber:
Diambil dari berbagai sumber di Internet dengan kata kunci "situs gunung padang" (wikipedia, detikNews, VIVAnews, dll).
Bagi para pengunjung westjava27 yang ingin menambahkan tentang Situs Gunung Padang, silahkan tulis di kotak komentar.

Baca Selengkapnya ....
Sponsor Toko Online Westjava27 | Copyright of westjava27 .

Labels