Translate

Tips Trik Buka Rekening PayPal Tanpa Kartu Kredit

Posted by Unknown Tuesday, July 3, 2012 0 komentar
westjava27.blogspot.com
Akun bank lokal di Indonesia memungkinkan seseorang untuk membuka rekening PayPal tanpa harus memiliki kartu kredit (credit card), sama halnya dengan membuka rekening PayPal dengan kartu kredit dan hanya menggunakan Akun Bank lokal dapat memilii akses penuh terhadap rekening Anda di PayPal. Dengan akun bank lokal Anda pun dapat menerima uang dan berjualan secara online.
Anda dapat menyimak tutorial di bawah ini "Cara membuat akun PayPal tanpa kartu kredit":
(1)Pastikan Alamat yang Anda Kunjungi dalam metode aman (https://www.paypal.com
Tahap ke-1 : Melakukan registrasi ke PayPal dengan mengunjungi situs resminya di www.paypal.com (PERHATIKAN! HATI-HATI DENGAN BANYAKNYA JEBAKAN "Phishing" YANG MENGARAHKAN ANDA KE SITUS SERUPA DENGAN SITUS RESMI PayPal, gambar di atas merupakan situs resmi ketika pertama kali Anda masuk ke paypal.com)

Bagaimana cara buka rekening pay pal tanpa kartu kredi_1
(2)Setelah Anda masuk ke situs resmi paypal.com, agar lebih memudahkan, rubah bahasa ke dalam bahasa yang Anda kuasai (contoh: Indonesia), selanjutnya klik "daftar")
Bagaimana cara buka rekening pay pal tanpa kartu kredi_2
(2)Setelah Anda masuk ke situs resmi paypal.com, agar lebih memudahkan, rubah bahasa ke dalam bahasa yang Anda kuasai (contoh: Indonesia), selanjutnya klik "daftar")

(3)Setelah Anda klik "Daftar", Anda akan masuk ke halaman selanjutnya. Di halaman ini jika Anda tinggal di Indonesia dan orang Indonesia, Anda dapat menyesuaikan pilihan yang ada. Bagian atas pilih Indonesia untuk "Negara atau wilayah Anda", dibawahnya pilih Bahasa Indonesia untuk "Bahasa Anda". Selanjutnya, pada bagian bawah terdapat tiga pilihan yaitu: "Pribadi", "Primer", atau "Bisnis". 1. Bila Anda memilih "Pribadi", maka akun paypal Anda hanya dapat digunakan bagi perorangan  yang berbelanja online. 2. Bila pilihan Anda "Primer", maka akun paypal Anda dapat digunakan bagi perorangan yang membeli dan menjual online. 3. Bila pilihan Anda adalah "Bisnis", maka akun paypal Anda dapat dipergunakan untuk perdagangan yang menggunakan nama kelompok atau perusahaan. (Di sini saya contohkan memilih "Primer"). Setelah pasti dengan pilihan Anda, klik "Memulai"
(4a)Penjelasan ada di bagian bawah gambar ini
(4b)Selanjutnya, Anda akan masuk ke halaman seperti dua gambar di atas, isi semua data yang ada dan sesuaikan dengan identitas yang sah dan berlaku. Seprti dijelaskan di atas, bahwa kita akan membuka rekening paypal tanpa kartu kredit, maka Anda harus menghapus (biarkan kosong, lihat gambar) tanda centang yang ada pada bagian "Hubungkan kartu kredit saya, supaya segera memulai berbelanja (disarankan)" nah bagian yang ini "cuekin  aja". Setelah lengkap (Baca juga tentang "Kesepakatan Pengguna"). Jika Anda telah yakin Anda klik "Setujui dan Buat Rekening" bahasa Inggris nya "Agree and Create Account", bahasa yang lain pikirin sendiri.....hehehehehh...jangan terlalu serius.... OK sampai tahap ini Anda telah selesai, dan tinggal menunggu email konfirmasi yang akan dikirikam ke mail Anda. Email yang masuk. (PERHATIAN LAGI!!! PASTIKAN EMAIL YANG MASUK BERASAL DARI ALAMAT service@intl.paypal.com, HATI-HATI JEBAKAN KALELAWAR). Jika dalam penantian Anda tidak mendapat kiriman email dari pihak paypal, santai aja, kalau perlu seduh kopi dulu, bisa sambil ngeroko, berdiri dulu dari kursi Anda, biar nga stres n mumet n kram. Kalau sudah merasa nyaman n pikiran Anda kembali dan sirkulasi peredaran darah Anda sudah normal, dengan teknik "LUPA PASSWORD", tapi jika ada email yang masuk dari pihak paypal dan Anda telah pastikan bahwa bukan dari "dunia lain", Anda klik pada tautan yang ada. Tautan itumembawa Anda menuju situs resmi paypal (alamat paypal selalu menggunakan dengan metode aman/https (pakai S kecil sesudah tulisan http)
 Tahap ke-2: Mendaftarkan Rekening Bank Lokal yang kita miliki
(5)Pada tahap ini, seperti yang saya kemukakan sebelumnya, bahwa email yang masuk dari paypal saya terima tetapi karena terlalu lama, maka pihak paypal "membatalkan" link yang ada. Maka saya menggunakan fasilitas "Lupa Password", dan pihak paypal memberikan balasan ke mail kita beserta link untuk mereset password pertama yang kita daftarkan pada saat registrasi (Tahap ke-1), jika berhasil maka akan ada konfirmasi kembali ke mail kita yang menyatakan bahwa password kita telah diganti dan dapat digunakan. Anda kembali "login" ke paypal dan masukkan email yang didaftarkan kemudian masukkan password baru Anda. Bila Anda mengikuti link yang disediakan dari mail konfirmasi "lupa password", maka Anda akan di bawa seperti nampak pada gambar di atas.  Gambar di atas menjelaskan bahwa rekening paypal dengan email yang saya daftarkan telah ada di arsip, dan masukkan password Anda.
(6)Jika berhasil, maka akan nampak seperti pada gambar di atas yaitu konfirmasi bahwa "telah berhasil menyetel ulang sandi, dan diminta untuk memasukkan juga dua (2) pertanyaan keamanan untuk lebih memproteksi akun paypal kita. Jika selesai Anda akan di bawa kehalaman pada gambar sebelumnya (5)


(7)Pada bagian "Rekening Saya", pilih "Profil"-pilih "Tambah/Edit Rekening Bank"
(8)Di bagian ini, Anda pilih "tambah rekening bank", masukkan semua informasi yang diperlukan sesuai dengan informasi yang tertera pada rekening bank yang kita miliki (bila kita mengisi berbeda, misal nama akun paypal kita berbeda dengan nama akun bank yang kita miliki, maka paypal akan mengenakan biaya sebesar Rp 50.000,00. Perlu Anda perhatikan di form isian yang ada di halaman ini, pada bagian "kode" atau "kode bank", untuk memudahkan Anda klik saja "What's this?. alamat Url yang kita klik akan membawa kita pada halaman daftar "kode" bank lokal yang ada di Indonesia. Misal saya menggunakan BNI (Bank Negara Indonesia 1946 (Persero) TBK. nomer kode bank 0090010. Isikan nama bank dan kode bank sesuai dengan daftar yang ada (lihat gambar di bawah). Jika selesai klik "selanjutnya" atau "Countinue"
(10) Nama bank lokal dan kode bank nya
(11)Setelah Anda memastikan bahwa data yang Anda masukan adalah benar maka klik "Simpan", atau bila ada data yang akan dirubah klik "Edit". Bila memilih "Simpan", maka Anda akan masuk pada gambar di bawah ini:
Bila proses berhasil maka halaman selanjutnya akan berisi pemberitahuan "Anda telah menambahkan rekening bank"/"You have added a bank account"
Ok, semoga berhasil. Nantikan update terbaru tips trik buka rekening paypal tanpa kartu kredit
Update 22/01/2013
1. Jika pendaftaran berhasil, Anda dapat lihat contoh di atas, paypal atas nama saya, dengan posisi saldo awal masih $0,00 USD, mudah-mudahan kalau ada donasi dan ada transaksi dari amazon saldo rekening saya tidak  $0,00 USD.....
2. Sekarang akun paypal sudah dimiliki, dimisalkan kita akan menjadikan website/blog kita menerima pembayaran dari transaksi atau menerima dari para donasi yang berbaik hati, caranya pada gambar diatas pilih Rekening Saya.
3. Berikutnya di Buat tombol pembayaran PayPal, atur pengaturan seperti keinginan Anda, perhatikan gambar di bawah, isi semua yang diminta, terakhir klik "Buat Tombol"
4. Copy-paste kode yang diberikan di site/blog Anda.


Baca juga postingan menarik lainnya:
good keyword
google 2012
kursi goyang
virus komputer

blogspot

Baca Selengkapnya ....

PENAMPAKAN YESUS KRISTUS di KREMATORIUM CIKADUT BANDUNG

Posted by Unknown Sunday, July 1, 2012 0 komentar

Tulisan dalam postingan ini hanya untuk kalangan sendiri dan terbatas, bagi pengunjung yang bukan Kristiani, harap abaikan dan tidak membaca postingan ini!!!

Penampakkan Yesus Kristus di Krematorium Cikadut Bandung
Foto Penampakkan Yesus Kristus pada pintu kremasi, foto diambil oleh salah satu anggota keluarga Dian

Banyak hal yang tidak dapat dimengerti, seperti garis-garis dalam genggaman tangan, ada bagian yang tidak tergenggam, dan bagian yang tidak tergenggam itu adalah bagian Tuhan. Kami disini bersyukur pernah bersama, menjadi bagian, dan mengenalmu, sebagai gadis, sebagai seorang anak sederhana dengan jiwa sosial yang tinggi, dan ketulusan yang murni. Seperti halnya Tuhan memanggilmu beberapa tahun silam dengan kasih sayang-Nya, kami percaya sekarang engkau telah di dalam kasih-Nya, di sini pun kami semua ditemani dengan banyak cinta dan ketulusan kasih melalui orang-orang yang menjadi bagian dalam hidup kami sekarang ini. 

Dari kami yang selalu merindukanmu, kasih penyertaan Tuhan menyertaimu Dian.

Postingan yang diangkat oleh westjava27 kali ini adalah kisah penampakkan sosok yang akrab dikalangan Umat Kristiani yaitu penampakkan Yesus Kristus. 

Kisah ini berawal dari meninggalnya salah seorang anak dari keluarga Bapak Hardianto Hardjo yang bernama Andiani (Dian) yang berusia 12 tahun. Dian menderita demam berdarah dan di rawat di Rumah Sakit Immanuel Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Setelah berjuang beberapa hari di ruang ICU RS. Immanuel, akhirnya Dian harus pergi untuk meninggalkan dunia ini, Tuhan telah memilihkan tempat tinggal yang baru untuk Dian, yaitu tinggal dan diam disisi-Nya.

Hari-hari sebelum meninggal, Dian sempat menyelesaikan Ujian Nasional sekolah Dasar dan lulus dari SD. Kalam Kudus Bandung (Kopo Permai Bandung). Sebelum Dian menerima ijazah SDnya untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, ternyata Tuhan telah memilihnya untuk melanjutkan pendidikan lanjutnya di Surgawi dengan ijazah kasih-Nya.

Dian sempat disemayamkan di Rumah Persemayaman terakhit Bumi Baru Bandung. Pada saat disemayamkan sampai proses kremasi, jenazah Dian tidak dihadiri oleh ayah dan kakaknya dikarenakan ayah dan kakaknya pun terkena demam berdarah dan dirawat secara intensif di rumah sakit yang sama. 

Penulis yang juga turut menghadiri proses persemayaman sampai proses kremasi, melihat begitu tabah dan sabarnya Ibu dari almarhumah Dian ini. Disamping ia kehilangan anaknya, ia pun harus menghadapi kenyataan lain yaitu suami (dengan trombosit hampir 10.000) dan anaknya yang lain sedang berjuang untuk menghadapi penyakit yang sama , penyakit yang merenggut nyawa salah seorang anaknya.
Tapi disaat itu penyertaan dan kasih Tuhan menemani dan memberikan keluarga ini kelegaan yang sangat luar biasa. 
Sosok seorang Dian semasa hidupnya adalah sosok yang bersahaja, senang dan pandai bergaul dengan siapa saja, baik dilingkungan sekolah, dilingkungan gereja, dilingkungan tempat tinggalnya, di lingkungan keluarga besarnya, mau pun dirumahnya sendiri. Ya orang tuanya telah berhasil mendidik Dian menjadi seorang anak yang sangat rendah hati, seorang anak yang didik oleh orangtuanya dengan didikkan yang penuh kasih.

Pada saat sebelum Dian dikremasi, nampak begitu besar kasih dan penyertaan Tuhan bagi keluarga ini, Tuhan hadir dan menampakkan diri. 

Pada foto nampak dibelakang peti jenazah Dian, tepat dipintu dimana Dian akan dikremasi, sesaat sebelum dimasukkan ke ruang kremasi, Sosok Yesus Kristus menampakkan diri. Tuhan telah menjemput Dian dan telah menyediakan tempat khusus bagi Dian, dan Tuhan juga menyatakan penyertaan kepada keluarganya bahwa Ia senantiasa hadir untuk setiap anak-anaknya.
Saat kita menanam padi, rumput ikut tumbuh...
T A P I
Saat kita menanam rumput tidak pernah tumbuh padi...

Dalam melakukan kebaikan kadang hal yg buruk turut menyertai...
N A M U N
Saat melakukan keburukan, tidak ada kebaikan bersamanya...

Jangan bosan berbuat baik, meski kadang tidak sempurna...
dan banyak mendapat caci maki dan cela..
KARENA
Berbuat baik tak terlihat di mata manusia tapi tumbuh subur di surga!*

Ucapan terima kasih penulis haturkan dengan penayangan artikel ini untuk:
- Bapak Hardianto Hardjo (Ayah Dian), Ibu Maria (Mamah Dian), Devi (Kakak Dian), Hans (Adik Dian).
- Keluarga besar almarhumah Dian.
- RS. Immanuel Bandung
- Keluarga Besar SD Kalam Kudus Bandung.
- Keluarga Besar Gereja Kalam Kudus Bandung.
- Keluarga Besar Gereja Kristen Pasundan Jemaat Ciwidey.
- Lingkungan semasa Almarhumah Dian semasa hidup.
- Pihak Bumi Baru Bandung
- Pihak Pekuburan dan Krematorium Cikadut Bandung
- dan semua pihat yang berpartisipasi baik secara langsung dan tidak langsung selama proses pemakaman Dian berlangsung.

Sumber:
Pengalaman Penulis dan Keluarga Bapak Hardianto Hardjo Kopo Permai Bandung-Jawa Barat-Indonesia (Kisah ini terjadi akhir Mei 2009)
Bagi Saudara-Saudara yang ingin memperbanyak kisah ini diharapkan untuk mencantumkan sumber asli dan atau memperbanyak foto yang ada dengan seijin penulis.
* Bunda Maria Santa Perawan Suci

Tulisan dalam postingan ini hanya untuk kalangan sendiri dan terbatas, bagi pengunjung yang bukan Kristiani, harap abaikan postingan ini!!!


Baca juga Kisah Inspirasi lainnya: 

MENANTU“BILL GATES”

MENYELAMATKANBULAN

HIDUPADALAH KENYATAAN YANG HARUS DIJALANI

2012

TuhanMinta Pin BB nya Dong Aku Mau Cerita

KURSIGOYANG SANG PENYULAM LOTUS

PesonaGunung Gede

Inspirasidari Muhamad Ali

SEBUAHPELAJARAN DARI PAKIS DAN BAMBU


Baca Selengkapnya ....

KURSI GOYANG SANG PENYULAM LOTUS

Posted by Unknown Thursday, June 28, 2012 0 komentar

westjava27.blogspot.com
Tema Tulisan: Aksi untuk Indonesiaku

KURSI GOYANG SANG PENYULAM LOTUS
Sepasang anak manusia sedang bermain di pekarangan sebuah rumah tua, kedua anak itu terlihat asik bermain bermain gundu.  Nampak dari kaca rumah tua besar itu, seorang wanita tua sedang duduk di sebuah kursi goyang, wanita itu pun terlihat asik di kursi goyangnya, kadang ia terlihat sangat serius, mungkin ada bagian bentuk sulaman yang tersulit dari bunga lotus. Sudah seharian penuh wanita tua itu menyulam bunga lotus, sesekali wanita ini beranjak dari kursi goyangnya untuk meregangkan bagian tubuh yang terasa pegal. Tidak terasa waktu menjelang senja, sayup-sayup terdengar suara dari tempat ibadah di lingkungan kampung itu. Ya suara panggilan untuk umat Muslim menjalankan kewajibannya Shalat Magrib. Nampak wanita itu segera membereskan sulamannya yang baru jadi setengahnya. Sulaman yang cukup besar, mungkin akan digunakan untuk taplak meja diruang tamunya.
“Bu..., aku mau pulang kerumah dulu, nanti selesai Isya baru kesini lagi”
Wanita Tua itu pun menyahutnya “ Ya sudah, nanti pulang lagi kesini ya!” Jangan seperti tempo hari, Ibu tunggu, kalian berdua nda balik lagi!”.
Saat ini, saat-saat wanita tua itu sendiri, dirumah yang cukup besar bahkan boleh dikatakan sangat besar, dengan pekarangan yang luas. Rumah ini memiliki 5 ruangan kamar tidur utama yang dilengkapi dengan kamar mandi, 2 kamar tidur biasa dibelakang rumah utama, 2 kamar tidur di atas garasi dan dapur yang tertata rapih, perabotan di rumah ini baik kursi, lemari, banyak yang terbuat dari kayu Jati. Mungkin orang berada dulunya, atau mungkin ketika suaminya masih ada, suami ibu itu seorang yang bekerja dengan posisi yang tinggi, atau mungkin seorang pengusaha.
Lima belas tahun silam, Bu Supardjo masih tinggal di sebuah komplek perumahan mewah di kawasan cukup elit di ibukota Jakarta. Ia memiliki empat orang anak yang semuanya telah bekeluarga. Suaminya seorang pengusaha eksportir sukses di Jakarta. Hari-hari keluarga ini begitu istimewa, dirumahnya ini nampak tak pernah sepi, ya maklum penghuni kawasan ini yang juga rata-rata orang sukses sering berkunjung atau saling mengunjungi satu sama lainnya.
Sampai suatu ketika, suaminya pulang dalam keadaan yang lemah, wajahnya pucat dengan suhu tubuh yang panas. Rupanya suami ibu Supardjo terlalu keras bekerja, sampai-sampai lupa untuk menjaga kesehatan. Hari-hari berselang kondisi suaminya tidak juga membaik walau pun sudah ditangani oleh dokter-dokter berpengalaman, dan akhirnya suami Bu Supardjo menghembuskan nafas terakhirnya disamping istri tercintanya. Duka kelam menyelimuti hari-hari sepeninggalan suaminya, seakan-akan kemewahan dan kemegahan yang dirasakan selama ini tak dapat menghapus kenangan indah yang pernah ada. Bu Supardjo berpikir ia akan pulang ke kampung halamannya di salah satu daerah yang berada di Jawa Tengah, dimana ia dulu pernah melewati masa-masa kecilnya, dan suaminya pun berasal dari daerah yang sama. Ia berembuk dengan anak-anaknya yang telah dewasa, bahwa ia akan kembali ke kampung halamannya, agar selalu dekat dengan suaminya, “makam suaminya”.
Dua anaknya saat itu telah bekeluarga dan memutuskan untuk tetap di Jakarta, sedangkan dua anaknya lagi sepuluh tahun sepeninggalan ayahnya, menyusul ke dua kakaknya untuk bekeluarga. Ibu Supardjo pulang ke kampung halamannya diantar oleh anak-anaknya dan juga tetangga sekitarnya, ikut bersama Ibu Supardjo dua orang pembantu rumah tangga, yang kedua-duanya berusia tidak berbeda jauh dengan Bu Supardjo. Sejak muda Mbo Minah dan Pa Tresno menemani keluarga ini, begitu setia. Mbo minah juga berasal dari desa yang sama dengan Bu Supardjo, sedangkan Pa Tresno berasal dari desa tetangga yang juga tidak jauh lokasinya. Mbo Minah dan Pa Tresno merupakan pasangan suami istri yang di boyong ke ibukota oleh Bu Supardjo untuk memasak dan menjadi supir bagi Pa Supardjo. Karena sudah lama bekerja di keluarga ini, bapak dan ibu Supardjo telah menganggap Mbo Minah dan Pa Tresno adalah bagian dari keluarga Supardjo, walau pun terkadang status mereka tidak begitu dihormati oleh anak dan menantu Pa Supardjo, dihadapan anak dan menantu Pa Supardjo, Mbo Minah dan Pa Tresno tetap sebagai pembantu yang harus mau disuruh ini dan itu, diperintah ini dan itu.
Semua anak-anak Bu Supardjo menetap di Jakarta, ada yang menjadi pengusaha meneruskan usaha ayahnya, dan ada juga yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Biasanya menjelang hari raya besar keagamaan anak dan menantu juga cucu-cucunya mengunjungi Bu Supardjo. Bu Supardjo tidak tinggal serumah bersama Mbo Minah dan Pa Tresno, mereka memiliki rumah juga di desa itu, setiap hari Mbo Minah datang untuk memasak dan membereskan rumah, sedangkan Pa Tresno, setelah tidak menjadi supir, pekerjaannya berladang, dan sesekali datang ke rumah Bu Supardjo untuk memotong rumput dipekarangan rumahnya. Mbo Minah dan Pa Tresno sendiri memiliki seorang anak yang telah bekeluarga, dan memiliki sepasang anak, yang besar anak perempuan berusia 11 tahun, dan yang kecil  anak laki-laki berusia 7 tahun, kedua cucu Mbo Minah dan Pa Tresno ini yang selalu menemani kesendirian malam Bu Supardjo. Kedua anak ini, sudah sejak bayi diasuh oleh Mbo Minah, orang tua kedua anak ini bekerja di serabutan, dan tinggal bersama dengan Mbo Minah dan Pa Tresno.
Album foto-foto yang ada di kamar Bu Supardjo, lembar-demi lembar dengan seksama dalam tatapan Bu Supardjo, terkadang ia tersenyum, namun nampak butiran air mata menetes diwajahnya, banyak kenangan dengan selaksa makna yang begitu dirasakan Bu Supardjo.
Seakan tersadar dari lamunannya, Bu Supardjo bergegas keluar dari kamarnya, ternyata si nok dan si tole sudah ada di rumah itu, dan sedang merapikan peralatan makan yang akan dipakai makan oleh Bu Supardjo. Sebagai seorang berada, tentu saja Bu Supardjo selalu makan sendiri di meja makan itu, walau pun Mbo Minah dan Pa Tresno sudah dianggap bagian dari keluarga Pa Supardjo, namun tetap saja perbedaan kedudukan tidak dapat dihapus. Begitu pun dengan kedua anak kecil ini, mereka belum pernah makan semeja dengan Bu Supardjo, mereka selalu makan di meja makan dekat dapur. Ruang tidur pun yang disediakan oleh Bu Supardjo untuk kedua anak ini terletak dibagian belakang, namun ke dua anak yang masih terbilang bocah ini, seakan tidak nampak keluh kesah, mereka setia menemani malam Bu Supardjo. Terkadang bila Bu Supardjo sakit, mereka diminta untuk menemani tidur di kamar Bu Supardjo, tapi tidak seranjang, kedua anak ini selalu tidur di bawah, dengan kasur yang di bawa dari kamar belakang. Padahal di kamar itu ada ranjang kecil yang bisa digunakan untuk kedua anak itu, tapi ranjang kecil itu hanya digunakan ketika cucu-cucu Bu Supardjo datang, dan Bu Supardjo selalu minta agar cucu-cucunya mau tidur dikamarnya, menemani malamnya. Terkadang cucu-cucunya setiap kali datang enggan tidur bersama Bu Supardjo, mereka lebih memilih tidur bersama orang tuanya. Nampak terlihat bila cucu-cucu Bu Supardjo tidak begitu dekat dengan Eyangnya.
Tahun kemarin, anak-menantu dan cucu-cucu Bu Supardjo datang untuk merayakan lebaran bersama, mereka biasanya berada di rumah Bu Supardjo selama empat hari, itu pun mereka sesekali pergi keluar untuk berlibur ke tempat yang menurut mereka lebih berkesan, tempat yang biasa anak-menantu beserta cucu-cucunya kunjungi berjarak dua jam berkendara mobil dari rumah Bu Supardjo, tempat ini memang menjadi objek wisata nomor satu di pulau Jawa, bahkan mungkin menjadi tempat wisata nomor dua di Indonesia setelah Pulau Dewata Bali.
Bila anak-menantu, dan cucu-cucu Bu Supardjo datang, Bu Supardjo selalu menyediakan hal-hal yang istimewa untuk mereka. Mbo Minah, Pa Tresno, kedua anaknya dan cucunya sudah jauh-jauh hari membantu menyediakan segala keperluan yang dibutuhkan untuk menyambut anak-menantu dan cucu-cucu Bu Supardjo, kedatangan mereka ibarat datangnya Putra Mahkota dan Putri Kerajaan beserta para Pangeran. Hari-hari yang mereka lalui di rumah Bu Supardjo, dilayani dengan setia oleh Mbo Minah dan Pa Tresno, terkadang si Nok dan Si Tole pun membantu membereskan rumah yang “berantakkan” akibat kedatangan mereka. Belum pernah setiap kedatangan anak-menantu beserta cucu-cucu Bu Supardjo terlihat makan atau sekedar beramah tamah bersama dengan keluarga Pa Tresno, ya mungkin inilah yang namanya “perbedaan, tetap perdedaan”.
Tak terasa, jelang dua bulan ke depan hari raya itu datang lagi, terpikir di benak Bu Supardjo untuk cepat-cepat menyelesaikan sulaman bunga lotusnya agar dapat terpakai untuk digunakan sebagai taplak meja di ruang keluarga. Seperti biasa, Bu Supardjo telah mempersiapkan segala sesuatunya. Seminggu datangnya hari raya Bu Supardjo menyuruh keluarga pa Tresno untuk merapihkan rumah, mencat kembali dan mengatur segala perabotan rumah tangga yang nanti akan digunakan oleh anak-menantu, dan cucu-cucunya itu.  
“Salam dulu ke eyang”, “ko nga mau”, “sini eyang gendong, kan sudah lama nga kerumah eyang, eyang kangen...”
Hari yang ditunggu sudah tiba, keluarga besar Supardjo sudah tiba sejak sehari sebelum hari raya tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, anak-menantu, dan cucu-cucunya mengunjungi Bu Supardjo, dengan membawa cerita “keluh kesah” dan “kisah sukses” seorang pengusaha. Dari pakaian yang dipakai, sampai makanan yang dihidangkan, sangat jauh berbeda dengan apa yang ada di rumah keluarga Tresno. Gaya bicara, pernak-pernik yang melekat pada cucu-cucu Bu Supardjo jauh sekali perbedaannya dengan gaya bicara dan pernak-pernik si Nok dan si Tole.
Sebuah Alphard, dua buah Hyundai, sebuah Xenia, dan sebuah Avanza mengantarkan delapan anak-menantu Keluarga Supardjo, sepuluh cucu-cucu bu Supardjo, empat Baby Sitter, dan lima supir. Rumah yang didiami oleh Bu Supardjo ini sangat besar dengan halaman yang besar pula, tentu saja selama keluarga Supardjo berada di rumah ini, begitu sibuk Mbo Minah sekeluarga melayani mereka semua.
Terasa hanya beberapa menit empat hari itu berlalu bagi Bu Supardjo, ketika barang terakhir dimasukkan dalam bagasi “Alphard”. Entah terasa berapa lama waktu empat hari itu bagi keluarga Tresno. Namun yang pasti bagi Bu Supardjo, ia sangat menantikan tahun didepannya, ia sangat merindukan datangnya hari raya itu lagi, dimana anak-menantu, beserta cucu-cucunya datang mengunjunginya.
Memerlukan waktu tiga hari untuk membenahi dan mengembalikan semua barang seperti semula, seperti sebelum kedatangan “para bangsawan” dari Jakarta. Ada beberapa sisa-sisa piring-gelas yang pecah, si Tole dan si Nok memungguti pernak-pernik mainan cucu-cucu Bu Supardjo yang masih berserakan di tiap ruangan, nampaknya Pa Tresno harus men-cat ulang bagian-bagian dinding yang di jadikan “lukisan tanpa makna dan bentuk” karya cucu-cucu Bu Supardjo, anak-menantu Mbo Minah turut serta membereskan sprei dan selimut untuk di cuci, sedangkan Bu Supardjo nampak terlelap di kursi goyangnya, sangat lelah mungkin itu yang dialaminya.
Nampak dari kaca rumah tua itu, seorang wanita tua sedang duduk di sebuah kursi goyang, wanita itu sedang termenung di kursi goyangnya, kadang ia terlihat sangat serius, ia tidak lagi sedang menyulam Bunga Lotus, ia sedang membalik halaman pada album foto yang ada dipangkuannya, kenangan ini mengapa tak pernah berlalu dan sirnah.
“Bu, ta pijitan ya...” si Nok berujar sambil memijat tangan Bu Supardjo. Tole dengan kesederhanaanya ia memandangi mbanya yang sedang memijat Bu Supardjo. Si Tole ini ketika cucu-cucu Bu Supardjo ada, ia tidak berani berada diruangan lain, selain menemani Mbo Minah di dapur, tidak seperti cucu-cucu Bu Supardjo yang seusia dengannya yang asik bermain dengan “jet tempur remote control”. Terkadang si Tole hanya memandangi dari jauh.
Entah berapa lama si Nok memijak Bu Supardjo.
“Na...sudah tidur, besok  harus sekolah”, “sudah tidur disini saja!”.
Belum sempat si Nok berkata, Bu Supardjo beranjak dari tempat tidurnya dan dengan tenaga tuanya menggendong si Tole yang nampak sudah lelap tertidur, ia memindahkan si Tole ke ranjangnya, si Nok pun nampak seperti orang yang kebingungan.
Sebelum tidur si Nok sempat berujar “ Bu, boleh ajarin cara menyulam, sulaman Ibu yang ada di meja depan sangat bagus, Nok juga ingin belajar nyulam seperti Ibu.”
Bu Supardjo terdiam, ia memeluk si Nok “mulai besok aku ajarin ya...” Linangan air mata yang memecahkan kristal perbedaan, mungkin terbesit dibenaknya ini pertama kali ia mengeluarkan air mata untuk orang yang bukan siapa-siapa bagi dirinya, tapi orang pertama yang mengomentari dan mengagumi sulaman Bunga Lotus, rasa kagum bukan datang dari anak-menantu dan cucu-cucunya, tapi datang dari cucu seorang pembantu.
Malam pertama, dimana si Tole dan si Nok seakan-akan menjadi “sederajat”, tidur di kasur nan “empuk” dan leluasa ditemani belaian dan nyanyian “ibu suri”.    
“Pagi buta”, Bu Supardjo meninggalkan si Nok dan Si Tole yang masih tertidur pulas, nampak ia begitu tergesa-gesa.
Mbo Minah telah tiba di rumah Bu Supardjo, seperti biasa ia langsung bergegas ke dapur untuk memasak, mbo Minah nampak kaget melihat tuannya sedang mengolah masakkan.
“Mbo, sudah biar aku yang masak” “Nanti siang Pa Tresno sama bapa-ibunya si Nok suruh kesini ya Mbo”
Meja makan bersulam Bunga Lotus, peralatan makan kaum bangsawan, cukup membuat keheningan bagi keluarga kecil Tresno. Inilah kali pertama Pa tresno dan keluarga dapat makan dan minum bersama tuannya.
Bagi Bu Supardjo datangnya hari raya menjadi bagian yang dinanti, bila berlalu hari raya itu ia tak perlu risau karena Sang Khalik  telah menghadirkan kerinduan dalam kesendiriannya.
Nampak dari kaca rumah tua besar itu, seorang wanita muda nan menawan sedang duduk di sebuah kursi goyang, wanita itu pun terlihat asik di kursi goyangnya, kadang ia terlihat sangat serius, mungkin ada bagian bentuk sulaman yang tersulit dari bunga lotus.
“Mba...hari ini kita pergi tabur bunga kan...?”
....................................................................................................................................................................
Kisah Inspirasi “Kursi Goyang Sang Penyulam Lotus” merupakan karya tulis bertema Aksi untuk Indonesiaku diikut sertakan di situs http://www.lintas.me/ merupakan ide asli kisah inspirasi yang ditulis langsung oleh owner http://westjava27.blogspot.com. Bila melakukan copy paste dan menyebarluaskannya harap mencantumkan sumbernya. Walau pun kisah inspirasi “Kursi Goyang Sang Penyulam” belum memiliki hak cipta paten, diharapkan para pengunjung blog menghargai karya seseorang dengan tidak melakukan tindakan “plagiat”. Nama-nama orang, tempat, gambar, hanya berupa ilustrasi belaka, dan bukan sebenarnya.

Baca juga Kisah Inspirasi lainnya: 

MENANTU“BILL GATES”

MENYELAMATKANBULAN

HIDUPADALAH KENYATAAN YANG HARUS DIJALANI

2012

TuhanMinta Pin BB nya Dong Aku Mau Cerita

KURSIGOYANG SANG PENYULAM LOTUS

PesonaGunung Gede

Inspirasidari Muhamad Ali

SEBUAHPELAJARAN DARI PAKIS DAN BAMBU


Baca Selengkapnya ....

Cara Mengatasi Jebakan Batman di Facebook

Posted by Unknown Monday, June 25, 2012 0 komentar
westjava27.blogspot.com

 “Feel A Boob Day!!!”
link URL shortener (pemendek URL) bit.ly http://bit.ly/yyxF**

Para pengguna facebook kerap menemui “jebakan batman” di Facebook, yakni mengklik link dari postingan teman berisi video. Salah satu contohnya adalah penyebaran message “Feel A Boob Day!!!”
Jika mengklik link di pesan tersebut, kamu akan diantarkan pada link URL shortener (pemendek URL) bit.ly http://bit.ly/yyxF** yang bertujuan mengelabui koraban supaya tidak bisa mengidentifikasi ke mana sebenarnya link tersebut diteruskan. Rasa penasaran biasanya membuah pengguna mengikuti permintaan browser untuk menginstal add-on. Saat disetujui, virus langsung masuk.
Setelah add-on diinstal, skrip baru akan langsung ditambahkan pada browser dan langsung aktif. Pada Chrome, ia akan bernama “Google Chrome Extention 1.0.1”, sedangkan pada Firefox namanya “Firefox Extension Update 1.0.0”
Selanjutnya, secara otomatis skrip ini akan membuat akun Facebook untuk melakukan postingan pesan pada grup-grup Facebook yang kamu ikuti, sekaligus otomatismendaftarkan akun pada beberapa aplikasi Facebook tanpa persetujuan. Jika terlanjur menjalankan skrip ini, yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan diri:
  • Hapus add-on atau extension yang terinstal.
  • Ubah password Facebook.
  • Masuk ke grup yang kamu ikuti dan hapus posting yang dilakukan atas nama kamu dan informasikan kepada para anggota grup untuk berhati-hati.

Sumber:
Regina Ida (Reginaida@yahoo.com/PCplus408/XII/2012/Jebakan Batman di Facebook


Baca Selengkapnya ....
Sponsor Toko Online Westjava27 | Copyright of westjava27 .

Labels